Sabtu, 22 Mei 2010

0

teman menjengkelkan? hmm~

hello world :)

apa yang kamu pikirkan ketika kamu melihat atau bertemu dengan seseorang yang sangat menyebalkan dan mengganggu kehidupan kamu? misalkan orang itu adalah teman kamu yang sudah lama kamu kenal, akan tetapi temanmu itu selalu mengganggu kehidupan kamu dan selalu membuat kamu tidak nyaman bersama dia. kemudian kamu berusaha menghindar dari temanmu itu tetapi temanmu itu tetap saja mengganggu dan mengganggu. apakah kamu pernah merasakannya?

ada seorang anak (katakan saja: S). si S ini memiliki teman yang nakal. dia selalu menelpon si S, dan hampir tiap hari mengirim smsnya kepada si S. tentu saja si S ini merasa terganggu dengan prilaku temannya itu. si S pun membiarkan kelakuan temannya itu dengan tidak mengangkat telponnya dan tidak membalas smsnya. akan tetapi temannya itu terus saja mengganggu si S. lalu apa yang harus S lakukan agar si temannya itu tidak lagi mengganggu si S? apakah harus dengan cara berbicara baik-baik kepada temannya itu ataukah si S harus marah-marah karena si S merasa sangat terganggu? dan pada akhirnya si S ini berbagi ceritanya dengan sahabatnya (katakan saja: M). semuanya sudah diceritakan kepada si M. dan kata si M, "Udah lah S, diemin aja orang kayak gitu mah. paling juga dia nanti cape sendiri." lalu si S pun menuruti apa kata si M. akan tetapi setelah beberapa lama kemudian, si temannya S yang suka mengganggu itu tidak juga berhenti mengganggu. si S pun sudah kehabisan akal untuk menghadapi temannya yang satu ini. si S pun tidak habis pikir, mengapa orang ini sangat-sangat menyebalkan? apakah dia tidak punya otak dan pikiran? kemudian si S mencari tau tentang kehidupan temannya itu. ternyata dia berada di lingkungan anak-anak nakal. dia sudah terpengaruh lingkungannya. dia suka merokok, berantem, dan berkata jelek. pantas saja dia tidak berhenti mengganggu si S karena ternyata yang mengganggu itu tidak hanya dia seorang. namun bersama teman-teman sekomplotannya. sejak smp, temannya si S ini sangat nakal. dia suka mencari keributan. dan dia pun sudah sering dipanggil kesiswaan karena perilakunya. (untuk catatan: si temannya itu suka kepada si S, dan dia pernah menyatakan perasaannya kepada si S. tetapi si S menolaknya.) apa dia tidak menemukan perempuan lain selain si S sehingga dia tidak perlu mengganggu si S lagi? temannya itu pernah berkata, "Apa sih salah saya, sampe kamu ga suka sama saya? saya itu orang baik-baik kok." si S pun berpikir, dan dia tau bahwa temannya itu berbohong. si S pernah melihat secara langsung bagaimana perilaku temannya itu. dan sampai saat ini si S masih saja diganggu oleh temannya itu. walaupun mereka sekarang tidak satu sekolah lagi.

cerita diatas menggambarkan bagaimana seseorang mencoba menarik simpati orang yang disukainya. namun caranya salah dan malah membuat orang yang disukainya itu makin tidak senang terhadap temannya itu. si teman S itu mungkin tidak sadar bahwa dirinya itu telah masuk ke dalam pergaulan yang salah. sikapnya yang memaksakan kehendak telah menggambarkan bahwa sikap orang tersebut egois dan arogan. sikapnya tersebut timbul dari pergaulan dan lingkungan hidupnya. ada yang mengatakan bahwa peranan seseorang itu terbentuk dari lingkungan hidupnya (kalau salah koreksi yaa ;)). jadi pribadi seseorang itu terbentuk sesuai dengan apa yang terjadi di lingkungannya. untuk mengatasi masalah seperti diatas mungkin kita bisa melakukan beberapa tahap. pertama biarkan saja dulu orang itu mau melakukan apa saja. akan tetapi kalau misalnya sudah keterlaluan dan tidak juga berhenti mungkin kita bisa melakukan pendekatan. misalnya bertanya baik-baik mengapa dia bisa seperti itu. nah kalau misalnya jawaban orang itu tidak memuaskan yaa apa boleh buat, kita bisa saja melaporkan perilakunya kepada orang-orang terdekat kita agar bisa meminta pertolongan untuk menghadapi orang seperti itu. semoga saja tidak ada orang yang seperti ini di dalam kehidupan kita yaa amin :)

semangat! :)

0 komentar:

Posting Komentar

click the hamster!